Pupuk Untuk Tanaman Kopi Hasil Melimpah

Pada kali ini, kami dari Gahendra Abadi akan memberikan informasi tentang Pupuk untuk tanaman kopi agar hasil panen meningkat, tahan rontok dan berbuah lebat sesuai keinginan petani saat ini.

Topik yang kami angkat sangat penting untuk dipelajari. Karena Petani kopi dibeberapa wilayah Indonesia saat ini memiliki berbagai masalah dengan tanamannya.

Selain masalah yang paling sering terjadi yaitu Kerontokan pada buah, petani kopi juga banyak mengalami masalah terserang nya penyakit jamur, bakteri,dan virus. Penyakit tersebut ditandai dengan batang yang pecah, daun menguning, dan mati pucuk.

Masalah itu biasanya terjadi pada tanaman kopi yang kurang perawatan, pemakaian pupuk /pestisida kimia yang berlebihan dan faktor tanah yang kurang subur.

Penting untuk dibaca…

Ada Hal- hal yang harus diperhatikan pada tanaman kopi Anda. Maka sebelum anda mengetahui pupuk apa yang tepat untuk tanaman kopi yang bagus supaya hasil panen melimpah dan berbuah lebat. Simaklah artikel kami berikut ini.

Hal-hal yang harus dipahami sebelum menggunakan pupuk untuk kopi :

  1. Kebutuhan Pupuk Untuk Tanaman Kopi

Pemilihan pupuk untuk tanaman kopi memang sepatutnya menjadi hal yang sangat penting dan jangan dianggap sepele. Bisa jadi karena jika tanaman kurang pasokan unsur hara, baik makro maupun mikro akan berakibat tidak optimalnya pertumbuhan. Sehingga hasil panen pun tidak sesuai dengan perkiraan, walaupun sudah dipupuk.

Jenis pupuk yang tepat adalah bukan pada banyaknya jumlah. Tetapi harus mencukupi untuk tanaman tersebut dengan kata lain harus sesuai takaran kebutuhan.

Perlu ditekankan bahwasannya tanaman apapun termasuk Kopi, memerlukan sedikitnya 16 Unsur Hara Makro dan Mikro.

Unsur yang terdapat di Alam ( C, H, O), Makro ( N,P,K ), Makro Sekunder ( S, Ca, Mg ), Unsur Hara Mikro ( Fe, B, Cu, Mn, Mo, Zn, Cl, Ni ).

16 unsur hara untuk tanaman

Unsur hara yang diserap oleh tanaman kopi, berbeda dengan tanaman singkong ataupun jagung, begitupun tanaman lainnya. Ada tanaman yang sangat rakus menyerap Unsur N, ada juga yang biasa- biasa saja dalam penyerapan unsur hara N.

Jadi untuk petani Kopi dimanapun berada, haruslah mengetahui berapa takaran untuk 1 batang pohon, sehingga tidak kelebihan. Karena kelebihan takaran akan sia sia dan akan menjadi residu buruk untuk kesuburan tanah.

  1. Kesuburan Tanah Untuk Tanaman Kopi

Selain kecukupan Unsur Hara pada tanaman, ada hal penting pula yang harus kita jaga yaitu kesuburan tanah.

Tanah yang subur akan membawa dampak baik pada tanaman, karena dapat membantu proses perkembangan akar, penyerapan unsur hara oleh akar, dan akan membantu sirkulasi udara maupun air di tanah. Proses tersebut adalah bertujuan untuk pertumbuhan tanaman lebih optimal.

Kemudian mikroorganisme[mikroba] penyubur tanah akan lebih mudah berintegrasi untuk membantu seluruh proses dari pertumbuhan hingga pembuahan.

Kesuburan tanah secara singkat dikategorikan sebagai berikut :

  • Sifat Fisik : Tanah lebih gembur, remah, warna kecoklatan, dan struktur berpori
  • Sifat Kimia : Kelengkapan Unsur Hara Makro dan Mikro seimbang dan beberapa Zat organik Essensial lainnya, lalu Derajat Keasaman Tanah [PH]
  • Sifat Biologis : terdapat mikroorganisme (mikroba) penyubur tanah, mikroba pengikat unsur, dan mikroba predator terhadap mikroba yang merugikan/Pathogen ( jamur, bakteri merugikan).
  1. Pemberian Nutrisi Pada Daun dan Batang Tanaman Kopi

Selain pemberian nutrisi dari akar, kita juga sebaiknya menambahkan pupuk yang tepat untuk kebutuhan tanaman melalui daun dan batang. Karena ketika pasokan unsur hara dari tanah tidak mencukupi tanaman kopi, maka bisa terbantu oleh nutrisi yang diberikan lewat daun dan batang. Selain itu juga diperlukan beberapa zat sebagai perangsang buah tanaman kopi pada pupuk daun tersebut.

Pemupukan ini dilakukan dengan cara semprot / spray embun dengan menggunakan tanki semprot pada umumnya. Untuk pupuk yang digunakan berupa Pupuk Organik Cair dan pupuk untuk buah.

Untuk Pupuk organik cair yang disemprot, upayakan memiliki kandungan mikroorganisme predator untuk menangkal jamur.

  1. Gunakan Pestisida dengan bijak untuk Tanaman Kopi

Pestisida ( Herbisida, Insektisida, Bakterisida, atau sebagainya ) memang merupakan solusi penanganan hama dan penyakit yang relatif cepat. Namun pada kenyataan saat ini, banyak petani Indonesia menggunakannya secara berlebihan. Dosis yang tepat merupakan hal yang sangat penting.

Karena apabila penggunaan pestisida dilakukan secara berlebihan, bukan hanya penyakit dan hama yang lenyap, namun kerusakan tanaman kopi juga akan terjadi. Mungkin tidak langsung efeknya, tetapi lambat laun akan terlihat kerusakan pada tanaman.

Perusahaan pestisida dalam menentukan dosis, sudah terlebih dahulu menguji agar tidak terjadi hal-hal yang dapat merusak tanaman. Kita petani haruslah mengikuti anjuran tersebut agar aman dari kerusakan tanaman yang diakibatkan oleh Pestisida.

  1. Perawatan Pada Tanaman Kopi

Untuk perawatan pada tanaman kopi umumnya lebih ke perantingan/ membuang tunas yang tidak diperlukan. Karena pada tunas yang tidak produktif bisa menyerap unsur hara yang seharusnya bisa dimanfaatkan oleh buah.

Selain itu pada tanaman kopi yang sudah di stek, rawatlah hanya 2 stekan cabang saja. Karena belum tentu cabang yang banyak akan berbuah lebat seluruhnya.

“Maksimalkanlah 2 cabang saja, dari 2 cabang itu, akan lebih maksimal hasilnya.”

Untuk pengendalian gulma,Gunakanlah pestisida jenis herbisida untuk memberantas gulma dengan bijak secara dosis atau takaran. Ikutilah petunjuk yang dikeluarkan oleh perusahaan herbisida tersebut.

Akan lebih baik jika pemberantasan gulma yang ada pada tanaman kopi, dilakukan dengan mesin babat [ potong rumput]

  1. Ampas Kopi untuk Tambahan Pupuk Organik

Ampas kopi selama ini banyak dibuang oleh petani kopi, ternyata sekarang dibeberapa wilayah ampas bekas gilingan biji kopi ternyata terdapat unsur hara sebagai media pengganti pupuk kandang.

Simpanlah ampas kopi tersebut, lalu fermentasikan dengan menggunakan bahan untuk fermentasi minimal selama 1 bulan. Sehingga ketika diaplikasikan pada tanaman kopi bisa langsung menyerap unsur yang ada di ampas itu.

Untuk unsur hara yang ada pada ampas kopi tersebut kami melakukan pengujian kandungan. Tetapi itu sangat baik untuk tanaman kopi anda sebagai penyedia bahan organik yang ada pada tanah.

Pupuk yang Tepat untuk Tanaman Kopi

Memilih pupuk yang tepat agar hasil maksimal sudah tentu menjadi perhatian para petani kopi, agar terhindar dari kegagalan panen.

Setelah Anda memahami apa saja hal yang harus diperhatikan pada tanaman kopi.  Kini saatnya akan kami beritahu apa saja pupuk yang dipakai untuk tanaman tersebut dari awal pertumbuhan hingga tanaman kopi berbuah.

Kami menjamin Formula pupuk kopi yang kami anjurkan sudah teruji dan terbukti.

Untuk meningkatkan kepercayaan anda terhadap kami nanti bisa dilihat pada video dibawah ini, yaitu kesaksian petani binaan kami yang menggunakan konsep pemupukan dari Gahendra Abadi.

Untuk keberhasilan petani, disini kami rekomendasikan menggunakan kolaborasi pupuk organik dari Gahendra Abadi, karena dapat menjamin tanaman lebih sehat, tanah semakin subur, dan hasil panen melimpah dan juga Bergaransi. Garansi yang diberikan yaitu uang kembali 100% dengan syarat dan ketentuan yang telah disepakati.

Perlu diketahui pupuk gahendra abadi terdapat paket bawah yaitu dicampur dengan pupuk kimia dan paketan atas yaitu untuk sepray/ semprot.

paket pupuk gahendra untuk tanaman

Pemupukan tanaman kopi per 1 Hektar/ 2500 batang

*untuk jenis bibit dengan jarak tanam lebih lebar gunakan acuan perhektar

Pemupukan Awal Pertumbuhan

Tanaman Kopi awal masa pertumbuhan atau 1- 2 tahun setelah tanam [ Per 1 kali mupuk]

Lakukan pemupukan dengan takaran

  • Pupuk kimia 50 Kg [perbandingan takaran 50:50 = Urea, NPK Phonska/NPK mutiara ] dicampur dengan 1 sak POP Pythozet & 1 sak Bokashi ATHA.
  • Setelah dipupuk lalu Spray/ Semprot embun pada batang dan daun [lebih bagus daun bagian bawah]Campurkan 8 tutup botol EXTRASIL, 5 Sendok AI-CAL, 3 Sendok HARATOP + AIR dalam 1 Tanki semprot

Pemupukan Buah Produktif

Pemupukan Tanaman Kopi Buah belajar/ sudah produksi atau ≥ 3 tahun setelah tanam [ Per 1 kali mupuk]

Lakukan pemupukan dengan takaran

  • Pupuk kimia 100 Kg [perbandingan takaran 50:25:25 = Urea,TSP, NPK Phonska/NPK mutiara ] dicampur dengan 1 sak POP Pythozet & 1 sak Bokashi ATHA.
  • Setelah dipupuk lalu Spray/ Semprot embun pada batang dan daun [lebih bagus daun bagian bawah]Campurkan 8 tutup botol EXTRASIL, 5 Sendok AI-CAL, 3 Sendok HARATOP + AIR dalam 1 Tanki semprot

Keterangan :

  • Lakukan pemupukan minimal 3 kali dalam 1 tahun; awal penghujan[bulan 10-11], bulan 1-2, Akhir penghujan [bulan 4-5].
  • Jika tanah datar ditaburkan kesekeliling tanaman ± 20 cm dari batang tanaman, tanah miring buat lubang sedalam 10 cm lalu dikubur setelah dipupuk
  • Untuk spray usahakan sebelum matahari menyinari tanaman [pagi hari dibawah jam 07.00 / sore hari diatas jam 16.00 ]

Jika semua hal tadi sudah dilakukan oleh anda, kami jamin pada tanaman kopi anda akan sehat, tanah subur, hasil panen melimpah. Kami bukan ingin mendahului kehendak yang maha kuasa, namun secara teori, jika media dan kebutuhan tanaman tersebut sudah tercukupi, maka sudah tentu hasil juga akan mengikuti dan kerja keras anda akan terbayar pada saat panen tiba.

Namun bagi Anda yang masih bingung, baik itu takaran pemupukan, penanganan hama dan penyakit, dan perawatan tanaman Kopi.

Kami dari Gahendra Abadi menyediakan pembinaan untuk Anda yang ingin berhasil bertanam kopi.

Untuk Info lebih lanjut hubungi kami di nomor telpon berikut ini :

Bapak Zam-zam
Hp/wa 0813 6646 1050
Indosat 0856 6427 2209

Berikut ini video kesaksian petani binaan kami yang senantiasa menggunakan produk Kami dengan pembinaan dari Gahendra Abadi. Dan ini adalah akhir dari kecemasan anda dalam pemilihan pupuk untuk tanaman kopi agar berbuah lebat, tahan terhadap kerontokan, tahan cuaca ekstrim, dan pulih dari berbagai penyakit yang merugikan.

Back to top button